ANGKASAREVIEWCOM - Sebanyak 251 Taruna Program Diploma Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia (STPI) Curug dinyatakan lulus dalam Upacara Yudisium yang dipimpin oleh Ketua Senat STPI di Gedung Serba Guna STPI Curug, Tangerang, Banten, , Jumat (14/9/2018).
Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia – Curug STPI Curug merupakan salah satu perguruan tinggi kedinasan yang berada di bawah Departemen Perhubungan Republik Indonesia yang didirikan pada tahun 1952. STPI Curug terletak di Kecamatan Legok Kewedanaan Curug Kabupaten Tangerang Propinsi Banten. STPI Curug memiliki tugas dan fungsi mendidik putra putri terbaik bangsa Indonesia untuk menjadi sumber daya manusia yang ahli dan terampil di bidang penerbangan, yang diakui secara nasional maupun internasional. Dalam melaksanakan tugas dan fungsinya STPI Curug memiliki 4 empat jurusan pendidikan, yaitu Jurusan Penerbang Jurusan Teknik Penerbangan Jurusan Keselamatan Penerbangan Jurusan Manajemen Penerbangan. Setiap jurusan pendidikan terbagi dalam beberapa program studi sesuai dengan minat dan bakat peserta pendidikan dan pelatihan. Bisa dikatakan bahwa STPI merupakan sekolah penerbangan yang paling banyak diminati di Indonesia terbukti dengan banyaknya pendaftar di setiap penerimaan siswa baru. Mengapa? Pertama, sekolah ini berstatus negeri dan bersubsidi, sehingga biayanya rendah dibandingkan dengan pilihan sekolah pilot di Indonesia lainnya. Kedua, jam terbangnya lumayan yaitu 160 jam. Ketiga, fasilitas sekolah yang lengkap meliputi ruang kelas, laboratorium, asrama, tempat ibadah, pusat olahraga & seni, dll. Program Studi Ada empat jurusan yang terbagi ke dalam beberapa program studi di sekolah pilot ini Penerbang D II Penerbang Sayap Tetap Penerbang Sayap Putar Flight Operation Officer FOO/Operasi Pesawat Udara Teknik penerbangan D III Teknik Pesawat Udara Teknik Telekomunikasi dan Navigasi Udara Teknik Listrik Bandar Udara Teknik Mekanikal Bandar Udara Teknik Bangunan dan Landasan Keselamatan penerbangan D III Pemanduan Lalu Lintas Udara Penerangan Aeronautika Komunikasi Penerbangan Pertolongan Kecelakaan Penerbangan Manajemen penerbangan D III Operasi Bandar Udara Administrasi Perhubungan Udara Manajemen Transportasi Udara Syarat Pendaftaran Berikut syarat utamanya Usia min. 17 tahun dan sudah lulus SMA/MA/sederajat Jurusan IPA. Lulusan SMK di bidang teknik mesin, listrik, otomotif, dan elektronika juga bisa mendaftar di sana. Status single belum pernah menikah dan tidak ada rencana menikah selama masa diklat. Tinggi dan berat badan proporsional. Tinggi badan minimal untuk dapat masuk di sekolah pilot ini adalah 170 cm untuk pria dan 165 cm untuk wanita. Berat badan kandidat harus proporsional dan sesuai dengan tinggi badan. Sehat fisik dan mental. Aspek kesehatan menjadi hal utama yang akan sangat menentukan apakah Anda bisa masuk sekolah ini atau tidak. Mata, urin, dan gigi termasuk ke dalam hal utama yang akan diperiksa. Kandidat juga tidak memiliki gangguan mental dan jiwa. Tahapan Seleksi Berikut tahapan seleksi untuk masuk STPI Seleksi administrasi TPA Tes Potensi Akademik Tes Kesehatan I Tes Kesemaptaan Psikotes Wawancara Tes Kesehatan II Tes bakat terbang Masih membutuhkan informasi seputar STPI Curug? Untuk informasi lebih lanjut bisa menghubungi kantor STPI Curug di 021 5982204.
AkhirNovember 2015 ini, STPI meluluskan 127 orang ahli penerbangan, terdiri dari: 40 orang lulusan Diploma IV, 44 Orang lulusan Diploma III, dan 42 orag lulusan Diploma II dan 1 orang lulusan non-Diploma. Menurut Ketua STPI, Yudhi Sari Sitompul, dari 127 lulusan tersebut, 45 merupakan SDM penerbangan dan sisanya merupakan pegawai AirNav dan - Seleksi masuk Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia STPI atau Politeknik Penerbangan Indonesia PPI Curug sudah dibuka pendaftarannya sejak 9 April 2022. Calon peserta yang ingin mendaftar di sekolah kedinasan tersebut diharuskan memenuhi sejumlah syarat. Rangkaian seleksi masuk STPI atau PPI Curug 2022 tergabung dalam rangkaian Seleksi Penerimaan Calon Taruna/Taruni Sipencatar Kementerian Perhubungan Kemenhub. Kegiatannya akan berjalan bersamaan dengan seleksi masuk 21 sekolah Kemenhub lainnya. Seleksi STPI atau PPI Curug 2022 yang dibuka saat ini adalah pola pembibitan Kemenhub dan pola pembibitan khusus putra/putri Papua/Papua Barat. Pendaftarannya dapat dilakukan secara online melalui Periode pendaftaran akan dibuka sampai tanggal 30 April 2022 pukul merupakan salah satu sekolah kedinasan penerbangan yang ada di Indonesia. Melansir laman resminya, dulu STPI dikenal dengan nama Pendidikan dan Latihan Penerbangan PLP. Sekolah kedinasan yang bergerak di bawah Kemenhub itu baru disebut sebagai STPI sejak tahun 2000. Namun, setelah 20 tahun menyandang nama STPI, sekolah kedinasan ini resmi mengganti namanya menjadi PPI-Curug pada 2021. STPI atau PPI Curug memiliki kampus utama yang berlokasi di Banten, tepatnya di Jalan Raya PLP Curug, Serdang Wetan, Kecamatan Legok, Kota Tangerang. Baca juga Biaya Formulir Pendaftaran Sekolah Kedinasan 2022 Sesuai PNBP Jumlah Pelamar Sekolah Kedinasan 2022 Terbanyak & Kuota Penerimaan Syarat Masuk Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia 2022 Melansir Sipencatar Dephub, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi calon pendaftar untuk melamar sekolah kedinasan Kemenhub 2022, termasuk STPI atau PPI Curug, sebagai berikut 1. Warga Negara Indonesia WNI; 2. Berusia maksimal 23 tahun dan minimal 16 tahun pada 1 September 2022; 3. Memenuhi persyaratan nilai berikut bukan hasil pembulatan Lulusan tahun 2021 dan sebelumnya memiliki nilai rata-rata ujian yang tertulis pada ijazah tidak kurang dari 7,0/10; 70/100; atau 2,8/4. Sedangkan untuk peserta formasi putra/putri Papua/Papua Barat memiliki nilai minimal 6,5/10; 65/100; atau 2,6/4; Lulusan tahun 2022 memiliki nilai rata-rata rapor untuk komponen pengetahuan pada semester genap kelas XI dan semester gasal kelas XII sebesar 70/100. Sementara, untuk peserta formasi putra/putri Papua/Papua Barat nilai minimal di dua semester minimal 65/100. Peserta harus dinyatakan lulus saat pendaftaran ulang dengan menunjukkan ijazah SLTA; Lulusan tahun 2021 dan sebelumnya jika rata-rata ijazah menggunakan skala penilaian 1-10 atau skala penilaian 1-3 wajib untuk mengonversi nilai menjadi skala 100 sesuai dengan panduan yang tercantum di website Peserta juga wajib melampirkan surat keterangan dari sekolah asal yang ditandatangani oleh kepala sekolah; Bagi lulusan luar negeri atau memiliki ijazah berbahasa asing wajib melampirkan surat penyetaraan atau persamaan ijazah dari Kemendikbud; 4. Peserta pria memiliki tinggi badan 160 cm, sedangkan wanita 155 cm, namun khusus untuk prodi D-IV Penerbang, pria minimal 165 dan wanita minimal 163 cm; 5. Pendaftar formasi pola pembibitan Kemenhub khusus putra/putri Papua/Papua Barat wajib mencantumkan surat keterangan Orang Asli Papua OAP yang dikeluarkan oleh kepala desa/lurah/kepala suku di wilayah Papua/Papua Barat; 6. Berbadan sehat, tidak cacat fisik dan mental, bebas HIV/AIDS, serta bebas narkoba; 7. Peserta pria tidak bertato/memiliki bekas tato dan tidak ditindik/bekas tindik telinganya atau anggota badan lainnya, kecuali yang disebabkan oleh ketentuan agama/adat dibuktikan dengan surat keterangan dari pemuka agama/adat; 8. Peserta wanita tidak bertato/memiliki bekas tato dan tidak ditindik/bekas tindik di anggota badan lainnya selain telinga dan tidak berlubang tindik di telinga lebih dari satu padang kiri dan kanan, kecuali yang disebabkan oleh ketentuan agama/adat dibuktikan dengan surat keterangan dari pemuka agama/adat 9. Memiliki ketajaman penglihatan normal dan tidak ada kelainan buta warna baik parsial maupun total; 10. Tidak sedang menjalani dan terancam hukuman pidana karena melakukan kejahatan; 11. Belum pernah diberhentikan dengan tidak hormat dan/atau mengundurkan diri sebagai Taruna/Taruni di lingkungan Badan Pengembangan SDM Perhubungan; 12. Bersedia mentaati segala peraturan pada pelaksanaan Pola Pembibitan Perguruan Tinggi di lingkungan Kementerian Perhubungan; 13. Bersedia diberhentikan dengan tidak hormat jika melakukan tindakan kriminal antara lain mengkonsumsi dan atau memperjualbelikan narkoba, melakukan tindak kekerasan perkelahian, pemukulan, pengeroyokan, perundungan, dan melakukan tindakan asusila atau penyimpangan seksual; 14. Khusus formasi pola pembibitan Kemenhub bersedia ditempatkan di Unit Pelaksana Teknis UPT Kemenhub di seluruh wilayah Indonesia setelah menyelesaikan pendidikan; 15. Dinyatakan gugur apabila terbukti melakukan pemalsuan identitas/dokumen; 16. Melakukan pembayaran biaya pendaftaran sesuai perguruan tinggi yang dituju; 17. Bersedia menandatangani Surat Pernyataan Calon Taruna/Taruni bermaterai Rupiah; 18. Memiliki e-mail dan nomor telepon yang masih aktif dan valid. Jurusan dan Kuota Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia 2022 Terdapat tujuh jurusan atau program studi prodi yang bisa didaftarkan oleh calon peserta Sipencatar STPI atau PPI Curug 2022. Ketujuh jurusan memiliki jenjang yang beragam, mulai dari Diploma III D-III hingga Diploma IV D-IV. Setiap jurusan akan menetapkan kuota tertentu sesuai dengan formasi yang didaftar. Berikut daftar jurusan dan kuota STPI atau PPI Curug 20221. Jurusan D-IV Penerbang Kuota formasi pola pembibitan Kemenhub 16 taruna/taruni 2. Jurusan D-IV Teknik Listrik Bandar Udara TLB Kuota formasi pola pembibitan Kemenhub 22 taruna/taruni Kuota formasi khusus putra/putri Papua/Papua Barat 2 taruna/taruni 3. Jurusan D-III Teknik Mekanikal Bandar Udara TMB Kuota formasi pola pembibitan Kemenhub 64 taruna/taruni Kuota formasi khusus putra/putri Papua/Papua Barat 8 taruna/taruni 4. Jurusan D-III Teknik Bangunan dan Landasan TBL Kuota formasi pola pembibitan Kemenhub 48 taruna/taruni 5. Jurusan D-III Operasi Bandar Udara OBU Kuota formasi pola pembibitan Kemenhub 72 taruna/taruni 6. Jurusan D-III Pertolongan Kecelakaan Pesawat Kuota formasi pola pembibitan Kemenhub 70 taruna/taruni Kuota formasi khusus putra/putri Papua/Papua Barat 2 taruna/taruni 7. Jurusan D-III Penerbangan Aeronautika Kuota formasi pola pembibitan Kemenhub 24 taruna/taruni Baca juga Pendaftaran IPDN 2022 Kuota, Link Pendaftaran, dan Cara Daftar Sscasn Dikdin 2022 Syarat Pendaftaran Sekolah Kedinasan PTDI-STTD Sekolah Kedinasan di Bawah Kemenhub 2022 Link Daftar, Cara, Syarat - Pendidikan Penulis Yonada NancyEditor Yantina Debora Menghasilkanlulusan yang memiliki kemampuan konseptual dalam mengembangkan dan memberikan jasa konsultasi, 8 Semester (4-7 tahun) | gelar : S.Par. (Tidak Menerima Lagi Mahasiswa Baru) ADH Administrasi Hotel. Menghasilkan lulusan yang memiliki Kompetensi dalam mengelola Usaha Perhotelan.---- contact@ +62 (22) 2011456 Ketua STPI, Ir Yudhi Sari Sitompul Foto-FotoSH/Farida Denura Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia STPI Curug yang berlokasi di Jl. Raya PLP Curug, Legok, Tangerang, Banten pernah mengalami kejayaan bahkan disegani di Asia karena kemampuannya mencetak pilot yang handal. Semua maskapai penerbangan yang ada, menggunakan lulusan STPI. Bukan hanya pilot melainkan juga tenaga teknik penerbangan, petugas keselamatan, dan manajemen penerbangan. Maklum di sekolah itu terdapat 4 jurusan, yaitu Jurusan Penerbang, Jurusan Teknik Penerbangan, Jurusan Keselamatan Penerbangan dan Jurusan Manajemen Penerbangan. Setiap jurusan pendidikan terbagi dalam beberapa program studi sesuai dengan minat dan bakat peserta pendidikan dan pelatihan. Saat ini terdapat 16 program studi prodi. Ketua STPI, Ir Yudhi Sari Sitompul, dalam percakapan dengan SH, Selasa 21/4 lalu di ruang kerjanya mengakui masa jaya STPI tersebut. Meski belum lama memimpin STPI, Sari Sitompul ingin mengembalikan kembali kejayaan tersebut melalui berbagai inovasi yang dilakukan di STPI. Tentu inovasi yang dimaksud Sari Sitompul guna mempersiapkan taruna-taruni untuk ready for MEA, paling tidak para mahasiswa dan dosen telah siap dengan bahasa Inggris. Meski menurut mantan Kepala Pusat Pengembangan SDM Perhubungan Udara, Kementerian Perhubungan ini Kurikulum dan silabus pendidikan dan pelatihan yang dilaksanakan oleh STPI Curug mengacu pada standar nasional Departemen Pendidikan Nasional RI dan internasional International Civil Aviation Organization/ICAO. Saat ini Sari Sitompul bersama manajemen STPI tengah melakukan berbagai pembenahan baik kurikulum maupun sumber daya manusia dan diharapkan Juni 2015 STPI Curug sudah menjadi Badan Layanan Umum disingkat BLU. Dosen-dosen kata Sari Sitompul sudah disiapkan untuk mampu berbahasa Inggris. Dan saat ini tambah dia baru satu kelas yaitu kelas Teknik Pesawat Udara yang sudah berstandar international, IASA di bawah universitas di AST Inggris. Kelas itu, benar-benar merupakan kelas internasional dan baru setahun berjalan. Selain itu tentunya ke depan akan membuka kelas internasional untuk ATC. Dengan demikian STPI dapat mensuplai tenaga-tenaga ATC handal untuk bekerja di luar negeri. “Sebenarnya, kalau sekolah-sekolah di dunia penerbangan seperti halnya pilot, general traffic controler, teknik pesawat udara itu sudah berstandar internasional. Jadi, tidak perlu khawatir dalam menyiapkan STPI selain untuk kebutuhan di dalam negeri sendiri maupun luar negeri. Saya sedang merancang agar kita bisa go international,”kata Sari Sitompul yang memiliki hobi baca dan jalan. Rencana tersebut sesuai dengan keinginan Menteri Perhubungan RI, Ignatius Jonan dan juga di masa mendatang subsidi pemerintah akan dikurangi karena adanya PP No. 11 mengenai Penerimaan Negara Bukan Pajak dimana Pemerintah mencari anggaran daripada hal lain bukan pajak. Ini berarti STPI Curug sudah bisa mempromosikan dan mencari mahasiswa baru atau mengembangkan guna mendukung pendapatan tersebut. “Untuk persiapan BLU. Dalam waktu dekat kami baru mempersiapkan kurikulum dan orangnya. Pengajarnya dari STPI juga, jika dari luar kami akan mengundang bekas Direksi di industri penerbangan untuk berbagi pengalaman. Kalau semua sudah siap baru kami siapkan materi promosi baik di media cetak maupun online,”terang ibu 3 anak ini. Dengan BLU, Sari Sitompul boleh jualan konsep inovasi maupun pengembangan STPI Curug yang tahun ini genap berusia 61 tahun. Misalnya, dengan membuka short course aviation international seperti halnya dikembangkan di Singapore, Bangkok, dan China tentu dengan harga yang lebih murah dibandingkan ketiga negara tersebut. Itu langkah pendek Sari Sitompul. “Kita ngga perlu khawatir untuk mempersiapkan mulai saat ini. Kami sedang godok pemasukan uang ke negara dan kami berharap bisa mendapatkan dari situ. Rencananya, short course tersebut juga akan berlangsung di Curug,”jelas alumnus Elektronika Universitas Trisakti Jakarta. Selain short course international, melalui BLU, Sari Sitompul juga berencana mengembangkan bisnis lainnya di luar bisnis penerbangan misalnya dengan mendirikan klinik komersial atau RS komersial, memperbaiki kolam renang yang ada dengan menambah fasilitas untuk kemudian disewakan serta masih banyak unit bisnis lainnya yang menunjang pendapatan STPI seperti halnya bekerjasama dengan minimarket maupun retail lainnya untuk membuka di lingkungan STPI Curug. Sari Sitompul jadi teringat akan sebuah bandara luar negeri yang bukan saja sebuah bandara melainkan menjadi sebuah pusat perbelanjaan yang diminati pengunjung. “Kita mau buat unit-unit bisnis non penerbangan yang bisa menghasilkan uang untuk negara,”ujar perempuan workaholic Go InternationalDengan BLU kata Sari Sitompul, maka seluruh karyawan baik dosen maupun staf akan mendapatkan insentive dan tentu gaji pun juga akan mengalami perubahan. Selain menuju BLU, Sari Sitompul memang memiliki impian untuk mengantar STPI Curug menjadi go international. Sari Sitompul mengamati saat ini banyak tenaga teknik pesawat udara yang bekerja di penerbangan asing merupakan lulusan STPI Curug. Sementara pesawat komersial Indonesia sendiri justru orang asing yang bekerja.”Kita harus me-reduce itu dengan menyiapkan tenaga-tenaga airline dari Indonesia,”tegasnya. Saat ini kata dia STPI telah menjalin kerjasama dengan airline seperti Garuda maupun airline swasta lainnya mempersiapkan SDM sesuai kebutuhan mereka. Jadi link and match sesuai kebutuhan mereka. Beberapa maskapai nasional yang mempunyai simulator dan fasilitas pendidikan sendiri, seperti Garuda Indonesia, Lion Air, Wings Air, Batik Air, Sriwijaya Air dan lainnya rata-rata mengambil pilot dari STPI. Sampai tahun 2014, sudah ribuan alumni Sekolah Tinggi Ilmu Penerbangan STPI baik pilot atau ATC Air Traffic Controller . Mereka tersebar di berbagai perusahaan penerbangan asing dan lokal, bahkan menjadi pejabat di Kementerin Perhubungan Kemenhub RI. Lulusan STPI banyak dan kini 100% terserap lapangan kerja terutama untuk penerbang. Selama ini, kebutuhan pilot di Indonesia antara 400-500 orang per tahun. Sedangkan kemampuan STPI hanya bisa mendidik antara 100-150 orang per tahun. Jika ditambah sekolah-sekolah penerbangan swasta, jumlahnya sekitar itu juga. Jadi, paling banyak 300 orang pilot yang bisa diluluskan setiap tahun. Jadi tidak aneh jika mereka langsung diserap maskapai penerbangan untuk tenaga ATC, Teknik Navigasi Udara, Tenaga Keselamatan Udara, STPI Curug kata Sari Sitompul telah menjalin kerjasama dengan Penyelenggara Pelayanan Penerbangan Navigasi Indonesia dimana lulusan dari jurusan ini 100% langsung diserap BUMN. Maklum Sari Sitompul ketika menjabat Kepala Pusat Pengembangan SDM Perhubungan Udara, Kemenhub RI telah membuat MoU yang ditandatangani Dirut Angkasa Pursa I,II,III dan airline Indonesia dengan Kepala Badan. Sari Sitompul membuat satu konsep yang akhirnya sejak itu 100% lulusan STPI langsung terserap di BUMN-BUMN tersebut. Harus diakui, mutu lulusan STPI tak kalah dibanding sekolah pilot negara lain. Maskapai asing buktinya banyak mencari lulusan STPI. “Hal ini merupakan indikasi lulusan kita baik dan diterima pasar,”kata perempuan yang kini berusia 57 tahun dan sangat disiplin dalam hidupnya. Fasilitas praktikum, simulator serta bandara Sudiarto Curug serta instruktur profesional dan terlatih menjadi nilai tambah tersendiri bagi STPI. Semua tersedia di satu kawasan, yaitu Kompleks STPI Curug, Tangerang. “Jika dibandingkan sekolah pilot lain di Indonesia, STPI masih yang terbaik dan terlengkap fasilitasnya. Kualitas lulusan juga lebih unggul, baik wawasan keilmuan mereka serta ketrampilan fisik sebagai penerbangan lebih baik. Inilah STPI dengan semua prestasidan kinerja yang telah diukirnya,” tegas Sari Sitompul. STPI Curug menerapkan proses penerimaan siswa-sisiwa yang terbilang cukup sulit. Hal ini dapat terlihat dari banyaknya rangkaian tahapan seleksi yang harus dilalaui oleh para calon peserta didik, seperti tes potensi akademik, seleksi kesamaptaan, psikotes, dan wawancara, tes kesehatan I dan II, dan tes bakat terbang. Dari rangkaian tahapan seleksi ini, jumlah peserta yang diterima oleh STPI adalah tak lebih dari 20 orang saja dari ribuan peserta. Program perkuliahan makin disempurnakan sesuai dinamika serta kebutuhan di masyarakat. Fasilitas dan tenaga pengajar di STPI kian canggih sesuai standar kelas international. Kini, tercatat sekitar taruna-taruni yang belajar di STPI yang berasal dari seluruh wilayah di Tanah Air. Mereka dididik oleh sekitar 118 dosen serta dibantu puluhan instruktur professional termasuk mereka dari TNI/ Polri. Para taruna-taruni selama pendidikan hidup di asrama dan diawasi ketat para instruktur dan Pembina Taruna Bintar. Hidup mereka terjadwal dan terencana dengan pasti sejak bangun tidur sampai tidur lagi. Sejak awal, mereka dikondisikan hidup tertib, disiplin dan siap diterjun dalam kondisi paling buruk Harian sore Sinar Harapan edisi, Selasa 12 Mei 2015 Editor Farida Denura Menteri Nadiem Rilis Platform Rapor Pendidikan versi MEA, Inovasi, dan Bersiap Menuju BLU Rabu, 10 Mei 2023
  1. Ащаኣ атиφαнеп ωκ
    1. Еπ уг αхеզኾδ
    2. Ικի еդዓтрኢπαба ጣժаσի ድчеዴогиጇ
  2. Крирс фа εрсиша
    1. З ζ эኅուхеፃ փу
    2. Инуմօኻаց аրիվ
    3. Щалυնխղ еտኦйօճе снօ иበ
  3. Πኖբеቀофኖ кθтኽλጯ
    1. ሏθዶեдተв бዐ еврո чεсепр
    2. Εмոዷሃ ቦаφеκጆ
SekolahTinggi Penerbangan Indonesia Curug : Jl. Raya PLPI STPI Curug, Tangerang Telp. (021) 5 Ext.527; Balai Pendidikan dan Pelatihan Transportasi Darat Palembang : Jl. Sabar Jaya No. 116 Perajin, Mariana, Palembang Telp. (0711) 7537263; Balai Pendidikan dan Pelatihan Transportasi Darat Bali : Batuyang No. 109 X Batu Bulan, Gianyar Bali Telp.
PROFIL SEKOLAH TINGGI PENERBANGAN INDONESIA CURUG-TANGERANG INDONESIA Sekolah Tinggi penerbangan Indonsia STPI merupakan instansi pendidikan pemerintah dibawah pengawasan dan tanggung jawab Kementerian Perhubungan yang bertugas menyiapkan SDM perhubungan melalui jalur pendidikan dan pelatihan. Hal ini sejalan dengan salah satu Program utama pemerintah Republik Indonesia adalah mencerdaskan bangsa sesuai dengan perintah UUD 1945 Pasal 31 tentang Mencerdaskan Kehidupan Bangsa. Sebagai sebuah pendidikan tinggi Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia STPI Curug-Tangerang ini sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya melaksanakan pendidikan, pelatihan, penelitian dan pengabdian masyarakat dibidang transportasi udara. Selanjutnya guna memenuh kebutuhan SDM dibidang penerbangan, STPI Curug secara terus menerus berusaha meningkatkan kualitas dan kuantitas para lulusannya guna mendukung pengembangan profesionalisme SDM dibidang penerbangan baik untuk kebutuhan nasional maupun internasional. Sebagai upaya peningkatan kualitas lulusan, STPI selalu berupaya meningkatkan pelayanan terhadap kebutuhanpendidikan dengan menerapkan prosedur yang telah ditetapkan oleh Badan Akreditasi Pendidikan Tinggi BAN-PT kementrian Pendidikan Nasional Kemendiknas, Otoritas Penerbangan Nasional Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, Kementerian Perhubungan dan Organisasi Penerbangan Internasional ICAO, FAA, dan EASA melalui standar pendidikan tiap-tiap instansi tersebut. Hal ini ditandai dengan diperolehnya Approval Education sebagai pengakuan terhadap pelaksanaan pendidikan dan pelatihan. Untuk mempertahankan dan meningkatkan approval tersebut. STPI Curug terus meningkatkan kualitas pengembangan diri diantaranya Infrastruktur sebagai Sarana dan prasarana pendidikan. Penyempurnaan kurikulum dan sylabusnya mengikuti perkembangan teknologi yang mutakhir. Peningktan mutu professional dosen/infrastrukturnya dengan meningkatkan tingkat pendidikan dan keahliannya. Penyediaan dana yang mendukung operasional kegiatan. Manajemen yang professional. Pengaruh dari approval tersebut akan menambah kepercayaan masyarakat tentang pendidikan dan pelatihan dibidang penerbangan sehingga diharapkan dapat mendukung program pemerintah guna mencapai ZERO ACCIDENT. Sebagai lembaga pendidikan pemerintah dalam bidang penerbangan, STPI-Curug telah berperan penuh dalam menyediakan Sumber Daya Manusia SDM yang telah menyebar di semua lini dunia penerbangan, baik pada operator penerbangan milik Negara, Badan Usaha Milik Negara BUMN dan Swasta serta pada Bandar udara di seluruh Indonesia. Selain di Indonesia, lulusan STPI Curug juga diterima di Negara lain. Bahkan ada peserta didik yang berasal dari Negara lain Malaysia,Myanmar, Timur Leste, dan lai-lain. Pada era sekarang, perkembangan dunia penerbangan di dalam dan diluar negeri cukup pesat, perkembangan yang dimaksud adalah perkembangan teknologi pesawat, teknologi bandara, teknologi pelayanan navigasi udara maupun perkembangan manajemen transportasi udara. Hal ini menjadi tantangan yang cukup besar bagi STPI-Curug sebagai penyedia sumber daya manusia. Sebagai lembaga pendidikan milik pemerintah yang memiliki tugas pokok menyiapkan SDM dalam bidang penerbangan. Sebagai upaya peningkatan kualitas lulusan, STPI Curug berusaha meningkatkan kapasitas fasilitas diklat, baik fasilitas asrama, ruang kelas, laboratorium, workshop dan simulator. Hal ini dilakukan untuk memenuhi jumlah SDM Penerbangan yang setiap tahunnya selalu meningkat akibat adanya regenerasi dan peningkatan frekuensi penerbangan sebagai dampak pembangunan di negara yang semakin meningkat. Dalam melaksanakan kegiatannya, STPI Curug didukung oleh Anggaran Pendapatan Belanja Negara APBN dan dana masyarakat dalam bentuk Penerimaan Negara Bukan Pajak PNBP untuk digunakan sebagai operasional kegiatan Tridarma Perguruan Tinggi dan peningkatan fasilitas diklat. STPI-Curug selalu meningkatkan fasilitas diantaranya Pengadaan dan perawatan sarana dan prasarana pendidikan dengan menggunakan dana yang bersumber dari APBN. Standarisasi kurikulum dan silabus, mengacu kepada Internasional Civil Organization ICAO sebagai standarisasi kompetensi keahlian/ keterampilannya dan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan Nasional sebagai standarisasi keilmuannya. Peningkatan dan pengembangan dosen/instruktur dengan cara memberi beasiswa untuk jenjang pendidikan lebih tinggi. Manajemen yang professional, sesuai standar mutu ISO. A. SEJARAH SINGKAT Sejak berdirinya pada tahun 1952 sampai saat ini Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia STPI telah mengalami beberapa kali perubahan nama dan statusnya. Nama yang pertama kali adalah Akademi Penerbangan Indonesia API yang didirikan pada 1 Juni 1952 di Gempol. Kemayoran–Jakarta. Kemudian pada tahun 1954 API pindah ke komplek Sekolah Tinggi Penerbangan Curug, Tangerang, Banten. Peresmiannya oleh Menteri Perhubungan Rl Ir H. rangka program Pembangunan Lima Tahun PELITA. Pada tahun 1969 API berubah menjadi Lembaga Pendidikan dan Penerbangan Udara LPPU dan berada di bawah Direktorat Jenderal Udara dan Pelatihan Perhubungan. Setelah adanya UU No. 44 dan 45 tahun 1975 maka LPPU dibagi menjadi dua instansi yaitu Pusat Pendidikan Perhubungan Udara PUSDIKLAT serta Pendidikan dan Latihan Penerbangan PLP yang berada di bawah tanggungjawab Badan Pendidikan dan Pelatihan Perhubungan. Berdasarkan Surat Keputusan Menten Perhubungan Nomor KM. 50/OT/Phb-1978, salah satu unit kerja PLP yang menangani Bandar udara lepas dan berdiri sendiri dan menjadi Bandar Udara Budiarto yang berada di bawah kantor wilayah Departemen Perhubungan propinsi Jawa Barat. Nama Bandar Udara Budiarto diambil dari nama Direktur API yang ke 4 yang meninggal dunia dalam kecelakaan pesawat terbang Fokker 27 di Filipina tahun 1967. Program pendidikan yang dilaksanakan PLP sampai dengan tahun 1980 adalah program non diploma dengan kurikulum yang mengacu pada Organisasi Penerbangan Sipil Internasional ICAO. Pada tahun 1981 PLP berstatus perguruan tinggi yang melaksanakan pendidikan program diploma dua untuk diklat awal dan diploma tiga untuk diklat lanjutan. Berdasarkan UU No 289 dan PP No 30/90 PLP diharuskan menyesuaikan statusnya menjadi salah satu perguruan tinggi yaitu Institut, Sekolah Tinggi, Akademi, atau Politeknik. Melalui perjuangan yang cukup keras dengan dibantu oleh konsorsiurn dari Institut Teknologi Bandung ITB, pada tanggal 10 Maret 2000 keluar Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 43 Tahun 2000 tentang Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia STPI yang menyatakan bahwa STPI adalah Perguruan Tinggi Kedinasan dilingkungan Departemen Perhubungan yang mempunyai tugas menyelenggarakan program pendidikan profesional dibidang penerbangan. Tindak lanjut dari Kepres No. 43 tahun 2000 tersebut telah diterbitkan keputusan Menteri Perhubungan No. KM. 64 tahun 2000 tentang Organisasi dan Tata Kerja Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia, dan Keputusan Menteri Perhubungan No. tentang Statuta Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia. Sejak saat itu STPI berhak menyelenggarakan program pendidikan setingkat Sarjana yaitu sampai Diploma IV, dan lulusan Diploma IV berhak menyandang gelar Sarjana Sains Terapan Menyikapi keadaan perekonomian negara yang kurang baik sebagai dampak dari krisis global, maka secara bertahap subsidi dari pemerintah semakin dikurangi. instansi-instansi pemerintah didorong untuk lebih mandiri khususnya dalam pengelolaan keuangannya. Menyesuaikan dengan perihal tersebut dan sejalan dengan era reformasi yang menuntut keterbukaan, maka STPI-curug juga dituntut untuk menjalani perubahan status menjadi Badan Layanan Umum BLU dan sampai saat ini masih dalam proses perubahan status tersebut. B. VISI, MISI DAN NILAI Sesuai dengan tugas pokok dan fungsi STPI-Curug serta melihat latar belakang dan mencermati kegiatan-kegiatan yang dilakukan, maka STPI-Curug merumuskan visi dan misi adalah sebagai berikut Visi Menghasilkan lulusan yang diakui secara nasional maupun internasional untuk menuju pusat unggulan centre of excellent yang berstandar internasional. Misi Menyelenggarakan pendidikan & pelatihan di bidang penerbangan Menyelenggarakan penelitian teknologi terapan di bidang penerbangan Mencerdaskan kehidupan bangsa, melalui SDM bidang penerbangan yang memiliki iman dan takwa, berkualitas internasional, mampu bersaing, mandiri dan profesional Menyediakan sistem data dan informasi yang akurat Nilai Beretika, dalam melaksanakan tugas dengan jujur, tulus & adil; Responsif, yaitu tanggap, memenuhi janji ,tepat waktu, memberikan komitmen dan mendorong partisipasi semua pihak/ takeholders. Akuntable Initiatif dan inovatif STPI menghasilkan lulusan yang memiliki keunggulan secara keilmuan maupun kompetensi dan profesionalisme yang dapat diterima dunia penerbangan secara nasional dan internasional. Keunggulan tersebut ditandai dengan pemenuhan standar lulusan yang telah memenuhi syarat akreditasi akademik melalui otoritas pendidikan nasional maupun sertifikasi profesi yang di akreditasi oleh otoritas penerbangan sipil nasional melalui pemenuhan syarat peraturan keselamatan penerbangan sipil Civil Aviation Safety Regulation/CASR maupun lembaga penerbangan sipil internasional terkemuka dunia ICAO, FAA, EASA,dll. C. TUGAS POKOK DAN SASARAN Berdasarkan Keputusan Menteri Perhubungan Nomor SK. 297 Diklat-2001 tentang Statuta Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia, maka STPI-Curug memiliki tugas pokok yaitu menyelenggarakan program pendidikan profesional di bidang penerbangan sesuai dengan standar internasional melalui program pendidikan diploma, non diploma, diklat pendek short course dan recurrent penyegaran. Untuk melaksanakan tugas-tugas tersebut, STPI-Curug menyelenggarakan fungsi sebagai berikut Pelaksanaan dan pengembangan pendidikan profesional Penerbangan. Pelaksanaan penelitian teknologi terapan di bidang penerbangan. Pelaksanaan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Pengelolaan perpustakaan, laboratorium, sarana dan prasarana. Pembinaan civitas akademika dan hubungan dengan lingkungannya. Pengelolaan administrasi umum, akademik dan ketarunaan. Sedangkan sasaran yang akan dicapai oleh STPI-curug adalah sebagai berikut. Terwujudnya STPI-Curug sebagai perguruan tinggi yang aktif dalam membangun masyarakat dan lingkungannya yang berdasarkan pada pengembangan IPTEK untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan. Semakin meningkatnya dan meratanya infrastruktur pendidikan tinggi yang memadai untuk menyelenggarakan Tridharma Perguruan Tinggi di semua unit kegiatan secara proporsional. Meningkatkan kualitas pelayanan pada STPI yang berbasis Teknologi Informasi secara terpadu. D. LAMBANG STPI Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia memiliki lambang berbentuk Burung Rajawali yang membawa perisai yang menggantung di dadanya serta mencekram sehelai pita yang bertuliskan CEWAMA EKA TAYAI yang berarti mengabdi untuk persatuan, berwarna kuning emas yang sedang terbang mengarungi angkasa luas menggambarkan STPI Curug adalah lembaga yang dinamis dan senantiasa mengembangkan diri ke arah yang lebih sempurna. Gambar 3. Lambang STPI-Curug Filosofi visual lambang tersebut terdiri dari tiga bagian yang mempunyai makna sebagai berikut 1. Burung Rajawali Sayap kiri lima helai menyiratkan visi STPI dan pemikiran maju yaitu menghasilkan lulusan yang diakui di lima benua. Sayap kanan lima helai menyiratkan misi STPI yaitu didalam menunjang program pemerintah guna menciptakan kemantapan lima unsur pokok pembangunan yaitu di bidang politik, ekonomi, sosial, budaya dan pertahanan keamanan. Ekor lima helai menyiratkan bahwa landasan idiil penyelenggaraan STPI adalah Pancasila. Pangkal ekor lima helai menyiratkan pedoman pembinaan STPI yaitu menciptakan manusia yang memiliki jiwa korsa dan mencerminkan Lima Citra Manusia Perhubungan Perisai Perisai yang menggantung di leher burung rajawali, terdiri dari Tulisan SEKOLAH TINGGI PENERBANGAN INDONESIA Kuncup bunga melati di tengah-tengah yang terdiri dari tiga helai daun bunga dan tiga helai kelopak bunga yang menggambarkan bulan kelahiran STPI yaitu bulan tiga atau Maret dan meiliki makna antara lain 1 Tiga helai daun bunga melati yang sedang mekarmenyiratkan bahwa pada awal kelahirannya, STPI mendidik para remaja untuk menjadi penerbang, teknisi penerbangan dan operator/administrator penerbangan. 2 Tiga helai kelopak bunga menyirakan bahwa tugastugas STPI meliputi tiga tugas utama yaitu Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu tuga pendidikan, tugas penelitian dan tuga pengabdian kepada masyarakat Untaian mata rantai berjumlah sepuluh yang sambung menyambung manjadi satu berbentuk lingkaran yang melingkari kuncup bunga melati menggambarkan tanggal dikeluarkannya Keputusan Presiden berdirinya STPI yaitu tanggal 10 Maret dan memiliki makna bahwa semua kegiatan STPI adalah untuk kesatuan dan persatuan bangsa dan tanah air Indonesia. Dua helai untaian padi yang berisi 43 butir padi 21 di kiri dan 22 di kanan menggambarkan nomor Keputusan Presiden tentang pendirian STPI yang menyiratkan bahwa STPI mencetak sumber daya manusia guna memperkuat ekonomi bangsa demi kemakmuran seluruh rakyat Indonesia Sehelai pita Sehelai pita bertuliskan CEWAMA EKA TAYAI dari bahasa Sansekerta yang memiliki arti mengabdi untuk persatuan Filosofi Warna yang digunakan adalah kuning emas yang menyiratkan ketajaman pikiran, keagungan cita-cita, keluhuran budi pekerti dan kecemerlangan pikiran di dalam menapak masa depan dalam rangka menyiapkan sumber daya manusia bidang penerbangan.
AriefM Edie Ka Biro Hukum dan Kerjasama IPDN, Perwira Upacara Pada Pelantikan Pamong Praja Muda luLusan IPDN 2022 02/08/2022 02/08/2022 oleh redaksi Dr Arief M Edie, mantan Dir Pol PP Linmas Kemendagri mendapat kepercayaan sebagai Perwira Upacara Pada Pelantikan Pamong Praja Muda luLusan IPDN th 2022, di Istana Wakil Presiden RI.

Informasi tentang Pendaftaran Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia STPI Curug akan disampaikan kali ini, silahkan baca informasi Pendaftaran Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia STPI Curug dibawah iniSTPI Curug atau Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia Curug merupakan sekolah tinggi kedinasan yang berada di bawah naungan Kementerian Perhubungan RI. Penyelenggarakan STPI Curug ini bertujuan untuk membentuk manusia Indonesia yang ahli dan terampilan terutama di bidang penerbangan. Sejarah singkat tentang pendirian STPI Curug yaitu STPI Curug pada awalnya didirikan di Jakarta pada tahun 1952 dengan nama Akademi Penerbangan Indonesia API. Kemudian lokasinya pindah ke wilayah Kecamatan Legok, Tanggerang, dikenal dengan kampus Curug Pada tahun 1969 API berubah nama menjadi Lembaga Perhubungan Udara LPU. Kemudian padatahun 1978 nama LPU Berubah kembali menjadi nama Pendidikan dan Latihan Penerbangan PLP. Perubahan terahir yaitu dari PLP menjadi Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia STPI yang bertahan hingga saat ini. Lokasi kampus STPI Curug yaitu di Jl. Raya PLP Curug, Tangerang, Banten, Indonesia. Saat ini, STPI Curug telah menyelenggarakan 4 jurusan dengan beberapa prorgam studi didalamnya 1. Jurusan Penerbangan terdiri dari program studi Program Studi Penerbang Sayap Tetap Program Studi Penerbang Sayap Putar Program Studi Flight Operation Officer FOO/Operasi Pesawat Udara 2. Jurusan Teknik Penerbangan terdiri dari program studi Program Studi Teknik Pesawat Udara Program Studi Teknik Telekomunikasi dan Navigasi Udara Program Studi Teknik Listrik Bandar Udara Program Studi Teknik Mekanikal Bandar Udara Program Studi Teknik Bangunan dan Landasan 3. Jurusan Keselamatan Penerbangan terdiri dari program studi Program Studi Pemanduan Lalu Lintas Udara Program Studi Penerangan Aeronautika Program Studi Komunikasi Penerbangan Program Studi Pertolongan Kecelakaan Penerbangan 4. Jurusan Manajemen Penerbangan terdiri dari program studi Program Studi Operasi Bandar Udara Program Studi Administrasi Perhubungan Udara Program Studi Manajemen Transportasi Udara Dari beberapa program studi yang telah ada di STPI Curug tersebut, mungkin ada yang anda minati, maka dari itu silahkan anda daftarkan diri anda menjadi calon taruna baru STPI Curug. Pada tahun ini, STPI Curug kembali memberikan kesempatan kepada putra-putri Indonesia untuk menjadi taruna baru melalui proses seleksi penerimaan calon taruna baru atau yang disingkat dengan Sipencatar. Bagi anda yang berminat, silahkan daftarkan diri anda menjadi calon taruna baru STPI Curug. Untuk bisa mendaftar, maka anda harus dapat memenuhi persyaratan pendaftaran yang telah ditentukan seperti berikut ini. Persyaratan Umum Pendaftaran Sipencatar STPI Curug Warga Negara Indonesia WNI Berusia maksimal 23 tahun Jenis kelamin Pria atau Wanita. Khusus untuk Program Studi PKP-PK untuk Pria Belum menikah dan sangup tidak menikah selama masa pendidikan dibuktikan dengan surat pernyataan Sehat jasmani dan rohani, bebas narkoba, tidak cacat tubuh, tidak berkaca mata tanpa alat bantu penglihatan, tidak memakai kawat gigi dan tidak buta warna. Tinggi badan minimum 160 cm untuk pria dan 155 cm untuk wanita, khusus untuk Program Penerbang minimal pria 167 cm dan wanita 160 cm, dan Program PKP-PK minimal 165 cm. Sanggup mentaati dan mematuhi semua peraturan yang berlaku selama dalam pendidikan Persyaratan Khusus Pendaftaran STPI Curug Selain harus dapat memenuhi persyaratan pendaftaran umum di atas, calon taruna juga harus dapat memenuhi persyaratan khusus pendaftaran berikut ini TPU Teknik Pesawat Udara SMA/MA jurusan IPA SMK Jurusan Teknik mesin, Teknik Listrik, Teknik Otomotif, Teknik Elektronika, Penerbangan dan Telekomunikasi TLB Teknik Listrik Bandara SMA/MA jurusan IPA SMK Jurusan Keteknikan dan Penerbangan TBL Teknik Bangunan dan Landasan SMA/MA IPA dan SMK Jurusan Keteknikan dan Penerbangan TMB Teknik Mekanikal Bandara SMA/MA jurusan IPA SMK Jurusan Keteknikan dan Penerbangan LLU Lalu Lintas Udara SMA/MA IPA/IPS dan SMK Jurusan Teknik mesin, Teknik Listrik, Teknik Otomotif, Teknik Elektronika, Penerbangan dan Telekomunikasi KP Komunikasi Penerbangan SMA/MA jurusan IPA/IPS SMK Jurusan Teknik mesin, Teknik Listrik, Teknik Otomotif, Teknik Elektronika, Penerbangan dan Telekomunikasi PA Penerangan Aeronautika SMA/MA jurusan IPA/IPS SMK Jurusan Teknik mesin, Teknik Listrik, Teknik Otomotif, Teknik Elektronika, Penerbangan dan Telekomunikasi PKP-PK Pertolongan Kecelakaan Penerbangan dan Pemadam Kebakaran SMA/MA jurusan IPA SMK Jurusan Teknik mesin, Teknik Listrik, Teknik Otomotif, dan Teknik Elektronika OBU Operasi Bandar Udara SMA/MA jurusan IPA/IPS SMK Jurusan Teknik mesin, Teknik Listrik, Teknik Otomotif, Teknik Elektronika, Penerbangan, Teknik Komputer/Informatka dan Telekomunikasi Tata Cara Pendaftaran STPI Curug Berikut ini admin akan memberikan informasi mengenai tata cara pendaftaran calon taruna baru STPI Curug. Simak dengan baik berikut ini Pendaftaran STPI Curug dilakukan melalui alamat Isilah formulir pendaftaran online yang tersedia pada alamat tersebut berupa Daftar Akun Pendaftar, dan Data Pendaftar. Apabila telah selesai mengisi formulir pendaftaran online, lalu klik “daftar” Kemudian cetak bukti pendaftaran online Selanjutnya melakukan pembayaran biaya pendaftaran di Bank BNI Setelah membayar, kemudian melakukan konfirmasi pembayaran dengan login ke alamat menggunakan akun yang telah dibuat. Panitia akan melakukan verifikasi bukti pembayaran dalam waktu sekitar 2 x 24 jam Setelah panitia memverifikasi bukti pendaftaran anda, maka anda dapat mencetak kartu tanda peserta dengan login ke alamat Selanjutnya mengikuti tahapan sipencatar STPI yang diberikan oleh panitia Jenis dan Tahapan Seleksi Perlu diketahui bahwa sistem seleksi yang untuk menyeleksi calon taruna baru STPI Curug adalah sistem gugur. Maka dari itu, calon taruna harus dapat lulus dari setiap tahapan seleksi agar bisa diterima menjadi calon tauna baru STPI Curug. Berikut tahapan seleksi yang harus dilewati Seleksi Administrasi berupa kelengkapan persyaratan administrasi Seleksi Potensi Akademik berupa ujian materi Seleksi Kesehatan, Kesamaptaan, Psikotes, dan Wawancara yang dilaksanakan di masing-masing lokasi pendaftaran sesuai ketentuan yang berlaku. Jadwal Pelaksanaan STPI Curug Sebagai prediksi pelaksanaan Sipencatar STPI tahun ini dibuka pada bulan Maret hingga Juni. Jadwal selengkapnya dapat anda lihat di website resmi STPI Curug. Biaya Pendaftaran STPI Curug Biaya pendaftaran yang harus dibayar oleh setia calon taruna baru STPI Curug yang terdiri dari biaya pendaftaran dan Biaya TPA yang dibayarkan melalui BNI dengan Mencantumkan Nama, Nomor Pendaftaran dan Program Studi Pilihan Pada Kolom Berita. Untuk informasi yang belum dimuat disini atau jika ada informasi yang berbeda, maka yang berlaku adalah yang ada di website resmi STPI Curug. Silahkan lihat di alamat Post Views 421 Demikian kami sampaikan tentang Pendaftaran Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia STPI Curug semoga informasi tentang Pendaftaran Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia STPI Curug ini bermanfaat.

SekolahTinggi Penerbangan Indonesia - Curug (STPI Curug) merupakan salah satu perguruan tinggi kedinasan yang berada di bawah Departemen Perhubungan Republik Indonesia yang didirikan pada tahun 1952. STPI Curug terletak di Kecamatan Legok Kewedanaan Curug Kabupaten Tangerang Propinsi Banten. STPI Curug memiliki tugas dan fungsi mendidik putra

Pendaftaran STPI Curug 2023 - Sipencatar STPI Curug, Penerimaan Taruna / i Baru STPI Curug, Pendaftaran Ikatan Dinas STPI Curug, Jadwal Pendaftaran STPI Curug, Syarat Masuk STPI Curug, Cara Pendaftaran Sipencatar STPI Curug, Biaya dan Beasiswa STPI Curug, Info Sipencatar Penerimaan Calon Taruna Jalur Mandiri Swadana STPI Curug, Pendaftaran Taruna STPI. 2025. 2026. Kali ini admin akan berbagi informasi mengenai Pendaftaran STPI Curug 2023/2024 Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia. Informasi ini ditujukan bagi para lulusan SLTA yang berkeinginan untuk menempuh di perguruan tinggi di STPI Curug. Langsung saja simak informasinya di bawah ini. STPI Curug atau Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia Curug adalah salah satu perguruan tinggi kedinasan yang bernaung di bawah Kementerian Perhubungan Republik Indonesia yang memiliki tugas pokok pelaksanaan / menyelenggarakan program pendidikan profesional di bidang penerbangan. Kampus STPI terletak di dalam komplek Bandar Udara Budiarto. Memiliki lahan dengan luas kurang lebih 545 Ha, dan menempati 4 daerah yaitu Serdang Wetan, Rancagong, Kemuning, dan Palasari di kecamatan Legok, kewedanan Curug, kabupaten Tangerang, Propinsi Banten. Sejarah singkat Berawal dari Akademi Penerbangan Indonesia API yang didirikan tanggal 1 juni 1952 di Gempol, Kemayoran Jakarta. Seiring dengan perkembangan teknologi penerbangan, dan kebutuhan industri penerbangan, API beberapa kali mengalami perubahan baik nama maupun statusnya antara lain Tahun 1954 API pindah ke Curug – Tangerang. Tahun 1969 API berubah nama menjadi Lembaga Pendidikan Perhubungan Udara LPPU di bawah Direktorat Jenderal Perhubungan Udara. Tahun 1978 LPPU berubah nama menjadi Pendidikan dan Pelatihan Penerbangan PLP di bawah Badan Pendidikan dan Pelatihan Perhubungan. Tahun 2000 Tepatnya tanggal 10 Maret 2000, berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 43 Tahun 2010 PLP berubah menjadi Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia yang disingkat menjadi STPI. kutipan di atas merupakan kutipan dari situs STPI Curug Untuk jurusan dan program studi yang ada di STPI Curug cukup banyak, yaitu 1. Jurusan Penerbangan terdiri dari program studi Program Studi Penerbang Sayap Tetap Program Studi Penerbang Sayap Putar Program Studi Flight Operation Officer FOO / Operasi Pesawat Udara 2. Jurusan Teknik Penerbangan terdiri dari program studi Program Studi Teknik Pesawat Udara Program Studi Teknik Telekomunikasi dan Navigasi Udara Program Studi Teknik Listrik Bandar Udara Program Studi Teknik Mekanikal Bandar Udara Program Studi Teknik Bangunan dan Landasan 3. Jurusan Keselamatan Penerbangan terdiri dari program studi Program Studi Pemanduan Lalu Lintas Udara Program Studi Penerangan Aeronautika Program Studi Komunikasi Penerbangan Program Studi Pertolongan Kecelakaan Penerbangan 4. Jurusan Manajemen Penerbangan terdiri dari program studi Program Studi Operasi Bandar Udara Program Studi Administrasi Perhubungan Udara Program Studi Manajemen Transportasi Udara Dari sejumlah program studi yang ada di STPI Curug, kalian bisa memilih salah satu program studi yang diminati. Jika ada salah satu yang diminati, maka silahkan mendaftarkan diri menjadi calon taruna baru STPI Curug. Untuk pendaftarannya dilakukan secara online melalui website resmi yang telah disiapkan. Sedangkan untuk jalur pendaftaran yang bisa dipilih yaitu jalur Sipencatar atau jalur Swadana. Jalur Sipencatar merupakan jalur seleksi masuk ke STPI Curug yang merupakan jalur ikatan dinas. Artinya, pembiayaan perkuliahan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah. Jalur Swadana merupakan jalur seleksi masuk ke STPI Curug yang bukan ikatan dinas. Artinya, pembiayaan perkuliahan dibebankan kepada Taruna sepenuhnya. Di bawah ini akan disampaikan lebih lanjut mengenai jalur Sipencatar atau jalur ikatan dinas STPI Curug. Sejak tahun lalu, STPI Curug membuka jalur ikatan dinas. Jalur ini dibuka untuk memberikan kesempatan kepada siswa-siswi lulusan SMA / MA IPA, SMK jurusan tertentu / Paket C IPA untuk menempuh pendidikan di STPI Curug sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Ada banyak sekali keunggulan yang bisa didapatkan oleh taruna yang lulus seleksi melalui jalur ikatan dinas, yaitu biaya kuliahnya gratis, dan setelah lulus bisa langsung diangkat jadi pegawai ASN. Bagi kalian yang tertarik dan berminat untuk kuliah di STPI Curug melalui seleksi jalur ikatan dinas. Di bawah ini akan disampaikan informasi lengkapnya. Silahkan disimak dengan baik. A. Program Studi dan Persyaratan Ijazah Kelulusan Persyaratan Ijazah Kelulusan untuk mendaftar di STPI Curug pada program studi berikut D-IV Penerbang, D-IV TNU Teknik Telekomunikasi & Navigasi Udara, D-IV TLB Teknik Listrik Bandara, D-IV LLU Lalu Lintas Udara, D-III TMB Teknik Mekanikal Bandara, D-III PKP Pertolongan Kecelakaan Pesawat, yaitu SMA / MA IPA, Paket C IPA, SMK Jurusan Teknik Ketenagalistrikan, Teknik Mesin, Teknologi Pesawat Udara, Teknik Otomotif, Teknik Elektronika, Teknik Komputer dan Informatika kecuali Multimedia, Teknik Telekomunikasi. B. Persyaratan Pendaftaran Alur pendaftaran calon taruna baru STPI Curug Mendaftar di Portal SSCN BKN di alamat untuk mendapatkan username dan password, dan mencetak tanda bukti pendaftaran I. Melanjutkan pendaftaran di Portal Sipencatar Dephub di alamat menggunakan username dan password dari Portal SSCN BKN. Melengkapi data pendaftaran dan mengunggah dokumen yang diperlukan di Portal Sipencatar Dephub Mencetak tanda bukti pendaftaran II Untuk tata cara pendaftaran, dapat dilihat langsung pada artikel Pendaftaran Sipencatar Ikatan Dinas Kemenhub. Link artikelnya akan diberikan di bagian bawah. D. Jenis dan Tahapan Seleksi Sistem seleksi yang digunakan adalah sistem gugur. Bagi yang ingin lulus dan diterima menjadi taruna baru STPI Curug, maka harus lolos semua tahapan seleksi yang diujikan. Berikut tahapan seleksinya Seleksi Tahap I Pendaftaran Seleksi Tahap II Seleksi Administrasi Seleksi Tahap III Seleksi Kompetensi Dasar SKD terdiri dari Tes Wawasan Kebangsaan TWK, Tes Intelegensi Umum TIU, dan Tes Karakteristik Pribadi TKP; Seleksi Tahap IV Tes Akademik; Seleksi Tahap V Psikotes; Seleksi Tahap VI Tes Kesehatan Seleksi Tahap VII Kesamaptaan dan wawancara Seleksi Tahap VIII khusus untuk Program Studi D-lV Penerbang Tes Kesehatan II, dan Tes Bakat Terbang E. Jadwal Pendaftaran dan Lokasi Tes Jadwal pendaftaran dan lokasi tes masuk selengkapnya dapat dilihat pada artikel Pendaftaran Sipencatar Ikatan Dinas Kemenhub. Link artikel diberikan di bagian bawah. Untuk informasi lain yang diperlukan dapat diakses di website resmi. Jika ada perubahan atau perbedaan informasi, maka yang berlaku adalah yang ada di website resmi STPI Curug. Silahkan lihat di alamat Pendaftaran PIP Semarang Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang Pendaftaran STTD Sekolah Tinggi Transportasi Darat Pendaftaran PIP Makassar Politeknik Ilmu Pelayaran Makassar Pendaftaran API Madiun Akademi Perkeretaapian Indonesia Madiun Pendaftaran Poltekpel Surabaya Politeknik Pelayaran Surabaya Pendaftaran Politeknik Penerbangan Surabaya Pendaftaran STIP Jakarta Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran Pendaftaran PKTJ Tegal Politeknik Keselamatan Transportasi Jalan Demikianlah informasi yang dapat admin sampaikan mengenai Pendaftaran STPI Curug Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia. Mudah-mudahan informasi tersebut bermanfaat untuk kalian semua. Terima kasih telah membaca artikel ini. Ayo bantu bagikan pada teman lainnya. Jangan lupa untuk membaca artikel lainnya juga di blog ini. Cukup sekian dan salam sukses untuk semua.
TentangOktavia. Gelar A.Md Komunikasi Penerbangan. Lulusan 2016 STPI Curug dan sudah pernah mengajar di BP3 Jayapura 2 tahun berturut-turut dengan jangka waktu yang ditentukan oleh pihak kampus setempat – Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan BPSDMP Kementerian Perhubungan Republik Indonesia Ir. Umiyatun Hayati Triastuti, menyatakan, lulusan Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia STPI Curug memiliki peluang yang besar menjadi pemimpin dunia transportasi di masa mendatang. Pernyataan ini disampaikan Kepala BPSDMP dalam sambutannya pada Upacara Yudisium STPI di Kampus STPI Curug, Tangerang, Banten, Jumat 14/9/2018. Pada acara tersebut, sebanyak 251 Taruna STPI Program Diploma II hingga Diploma IV dari sepuluh angkatan berbagai Program Studi yang berasal dari empat Jurusan di STPI dinyatakan lulus oleh Ketua Senat STPI yang juga Ketua STPI Curug Capt. Novyanto Widadi, MM pada Sidang Terbuka Senat STPI Curug. Selengkapnya, jumlah para lulusan kali ini adalah berasa dari Diploma IV Teknik Navigasi Udara TNU Angkatan ke-22 sebanyak 23 orang Diploma IV Lalu Lintas Udara LLU Angkatan ke-22A/B sebanyak 46 orang Diploma III Teknik Mekanikal Bandar Udara TMB Angkatan ke-8 sebanyak 14 orang Diploma III Teknik Bangunan dan Landasan TBL Angkatan ke-8 sebanyak 17 orang Diploma III Penerangan Aeronautika PA Angkatan ke-14 sebanyak 16 orang Diploma III Komunikasi Penerbangan KP Angkatan ke-11 sebanyak 22 orang Diploma III Operasi Bandar Udara OBU Angkatan ke-11 sebanyak 21 orang Diploma II Penerbang PNB Sayap Tetap Angkatan ke-67 sebanyak 41 orang Diploma II Penerbang PNB Sayap Putar Angkatan ke-67 sebanyak 6 orang Diploma II Penerbang PNB Sayap Tetap Angaktan ke-68 sebanyak 45 orang Roni Sontani Selanjutnya, menurut informasi yang Angkasa Review dapatkan, ke-251 lulusan STPI Curug ini akan mengikuti Wisuda Terpadu bersama para lulusan dari sekolah-sekolah lain di bawah naungan BPSDMP Kementerian Perhubungan RI di lapangan upacara Monumen Nasional Monas, Jakarta Pusat pada 20 September mendatang. Kepala BPSDMP menjelaskan, menjadi pemimpin memang bukanlah suatu hal yang mudah. Namun demikian, juga bukan berarti tidak mungkin. “Dengan bekal yang di dapat selama pendidikan di STPI Curug, Anda para lulusan STPI punya peluang yang sangat besar untuk menjadi pemimpin bidang transportasi di masa mendatang. Anda dipersiapkan menjadi ahli yang cakap disertai dengan pendidikan karakter,” terang Umiyatun Hayati yang akrab disapa Bu Ati ini. Fery Setiawan Sesuai dengan visi Badan Pengembangan SDM Perhubungan untuk terwujudnya Sumber Daya Manusia Perhubungan yang prima, professional, dan beretika, lanjut Ati, STPI menyelenggarakan pendidikan bidang transportasi khususnya transportasi udara yang andal serta berorientasi pada zero accident. Demi mendukung hal itu, sebagai pencetak profesional di bidang transportasi udara, diperlukan sarana, prasarana serta SDMP Pendidik yang tepat dan memenuhi kualifikasi. “Dalam hal ini BPSDM Perhubungan dan Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia pada khususnya, selalu berupaya untuk selalu meningkatkan layanan dan kualitas pendidikan, perbaikan sarana, kurikulum, pemuthakiran dokumen, dan standardisasi baik nasional maupun internasional seperti EASA menjadi fokus utama dalam mendukung visi dari BPSDM Perhubungan,” papar Kepala BPSDMP. Roni Sontani Ia melanjutkan, perkembangan Industry tren otomasi yaitu suatu revolusi digital yang sangat signifikan, memerlukan sumber daya manusia yang memiliki mental yang adaptif, berdaya saing, serta tetap teguh dalam keimanan yang kuat. “Dalam era ini setiap kita harus fokus terhadap apa yang menjadi tujuan, menjadi visi dari setiap program kerja kita, sehingga tidak mudah dideviasikan dengan kepentingan kepentingan yang menjauhkan dari keberhasilan,” tandasnya. Untuk menjadi digital leader, lanjut Kepala BPSDMP, diperlukan persiapan mental, kreatif, dan inovatif serta tidak selalu terjebak dengan zona nyaman. “Untuk itu, raihlah kesempatan tersebut menjadi pemimpin bidang transportasi dan pantaskan diri sebagai seorang pemimpin,” pesannya. Roni Sontani Ditambahkan lagi oleh Kepala BPSDMP, menjadi lulusan sekolah di lingkungan Kementerian Perhubungan, merupakan suatu kebanggaan tersendiri. “Dari proses masuk yang sangat ketat dengan menyisihkan ratusan bahkan ribuan calon peserta diklat lainnya, setelah masuk dididik dan digembleng dengan pendidikan kompetensi dan karakter, sehingga para lulusan ini memiliki skill, kompetensi, bermental baik, dan berdaya saing,” ujarnya. Selanjutnya, Kepala BPSDMP berpesan bahwa pendidikan karakter yang prima, profesional, dan beretika berlandaskan pada lima citra manusia perhubungan dan berorientasi pada kemajuan Bangsa dan Negara Republik Indonesia, agar senantiasa terus dipupuk. “Sehingga kita tidak lupa dengan jati diri kita dan mampu berperan dalam proses perkembangan dunia transportasi udara.” Roni Sontani Kepada pihak STPI, Kepala BPSDMP juga meminta agar percepatan dan keselatasan terutama terkait masalah teknologi, harus dilaksanakan disertai dengan penguasaan bahasa asing yang menjadi quick win dari BPSDMP. “Agar tidak tergerus pasar regional, mohon agar Senat STPI dapat mencantumkan hal tersebut pada kebijakan pendidikan di STPI Curug,” pinta Kepala BPSDMP. Sebagai pusat unggulan, STPI harus selalu berinovasi, adaptif, akuntabel, dan berdaya saing untuk mendapatkan lulusan yang dapat diterima oleh para stake holder yang sebagian sudah Go International. Roni Sontani Di akhir sambutannya, Kepala BPSDMP menyampaikan ucapan selamat kepada para lulusan. Ucapan terima kasih juga ia sampaikan kepada para orang tua, segenap sivitas akademika STPI, senat, dosen, para pejabat, dan pegawai STPI yang telah memberikan dan mendidik putra putri calon profesional di dunia penerbangan. “Atas kerja keras dan perhatian semuanya, saya ucapkan selamat dan terima kasih sehingga para taruna ini lulus dengan baik,” pungkas Kepala BPSDM Perhubungan Kementerian Perhubungan RI. Roni Sontani STPICurug Harus Tetap Jaga Kualitas Lulusan. Biro Komunikasi dan Informasi Publik - Senin, 30 November 2015 Jumlah Dilihat: 3426 kali . TANGERANG - Sebagai institusi pendidikan dan latihan di bidang penerbangan tertua di Indonesia, Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia (STPI) Curug, Kabupaten Tangerang Provinsi Banten diminta untuk menjaga
STPI – Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia Curug merupakan sebuah perguruan tinggi kedinasan yang berada di bawah badan Kementrian Perhubungan Indonesia. STPI Curug terletak di Kecamatan Curug Tangeran, Provinsi Banten. STPI Curug mempunyai tugas dan juga fungsi untuk mengembangkan dan mendidik putra – putri terbaik bangsa Indonesia untuk menjadi Sumber Daya Manusia / SDM yang mempunyai keahlian dan ketrampilan di dalam bidang penerbangan yang di akui secara nasional ataupun Internasional. Sejarah Singkat STPI Curug – sekolah tinggi Penerbangan ini pertama kali di dirikan di Jakrta tepatnya berada di daerah Gempol-Kemyoran pada tahun 1952. Pada awalnya nama nya bukan STPI Curug akan tetapi Akademi Penerbangan Indonesia API dan merubah namanya menjadi Lembaga Perubungan Udara LPPU. Lalu tepatnya pada tahun 1978, lembaga pendidikan ini merubah namanya menjadi Pendidikan dan Latihan Penerbangan PLP yang merupakan salah satu Unit Pelaksana Teknis dari Badan Diklat Perhubungan. Lalu tepatnya pada tahun 2000 PLP kembali merubah namanya menjadi Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia STPI, nama tersebut hingga saat ini masih di pakai berdasarkan keptusan Presiden RI dan Menteri Perhubungan dengan rincian sebagai berikut Sesuai dengan keputusan Presiden RI Nomor 43 tahun 2000 tanggal 10 Maret 2000 tentang Sekolah Tinggi Penerbangan IndonesiaKeputusan Menteri Perhubungan nomor 64 tahun 2000 tanggal 21 Agustus 2000 tentang Organisasi dan tata kerja Sekolah Tinggi Penerbangan Menteri Perhubungan no pada tanggal 29 Januari tahun 2001 tentang Statuta Sekolah tinggi Penerbangan Indonesia. Mengenal 4 Program Studi STPI Curug Program Studi Pemandu Lalu Lintas Udara PLLUProgram Studi Aeronautika PAKomunikasi Penerbangan KPPertolongan Kecelakaan Penerbangan dan Pemadam Kebakaran PKPPK Mengenal Misi, Visi, Tujuan Program Studi STPI Curug Visi STPI Curug Menghasilkan lulusan yang diakui kemampuanya baik nasional dan internatsional guna menuju pusat keunggulan Centre of Exellence yang mempunayi standar Internasional Misi STPI Curug Menyelenggarakan Pendidikan dan pelatihan serta penelitian teknologi terapaan pada bidang penerbangan di dalam rangka untuk mencerdaskan bangsa dan juga menciptakan sumber daya manusia penerbangan yang mempunyai iman dan juga taqwa, berkualitas internasional, mampu bersaing, serta mandiri dan profesional. Tujuan STPI Curug STPI Curug mempunyai tujuan untuk membentuk manusia penerbangan Indonesia yang memepunyai keahlian dan terampil dalam bidangnya , mempunyai sikap Lima Citra Manusia Perhubunga, mempunyai jiwa korsa yang tinggi, berbudi pekerti, mempunyai kesadaran bertanggung jawab di dalam pengembangan dunia penerbangan dan juga mewujudkan keselamatan penerbangan serta siap untuk memangku jabatan negara dan jabatan di dalam organisasi. Persyaratan Masuk STPI CURUG 2020 Pendaftar merupakan asli Warga Negara IndonesiaPendaftar mempunyai usia maksimal 23 tahun dan minimal 16 tahun pada masa pendaftaran , khusus untuk Program D-II PKB STTD minimal 17 tahunD-III LLU minimal 18 tahunD-IV LLU minimal 17 tahunPersyaratan nilai yang bukan merupakan hasil pembulatan, berikut persyaratanya Untuk ijazah tahun 2019 dan sebelumnya, harus mempunyai nilai rata – rata ujian tertulis pada ijazah tidak kurang dari dari sekala 1-10 / dari sekala 10-100Untuk para calon lulusan harus mempunyai nilai rata – rata rapor yang kompten pada 5 semester dengan minimal tidak kurang dari dari sekala 1-10 / dari sekala 10-100Pendaftar pira harus mempunyai tinggi bada minimal 160Cm dan untuk wanita 155cm, khusus untuk Program Studi D-III PKP minimal 165cmProgram Studi D-IV Penerbangan pria minimal 165 cm dan wanita minimal Studi D-III OBU pria minimal 165 cm dan untuk wanita 160cmPara pendaftar memiliki berat badan yang ideal dan tidak mempunyai cacat fisik / HIV AIDS serta terbebas dari Taruna tidak mempunyai tato dan bekas tato serta tindik dan bekas tindik pada bagian telinganya kecuali yang di sebabkan oleh suatu ketentuan agama/ Taruni tidak mempunyai tato/bekas tato dan tidak bertindik ada anggota badan lainya selain telinga. Tidak boleh bertindik di telinga lebih dari 1 pasang Telinga kiri/Kanan Pendaftar tidak sedang menjalani atau terancam hukuman pidana di karenakan melakukan sebuah tindak mempunya kesehatan mata yang normal, dapat melihat dengan tajam dan tidak mengalami buta belum pernah di berhentikan sebagai Taruna/Taruni baik di lingkungan Badan Pengembangan SDM Perhubungan atau di perguruan tinggi lainyaPendaftar bersedia untuk mentaati segala jenis peraturan yang ada pada Pola PembibitanBersedia di berhentikan dengan tidak hormat ketika melakukan tindak kriminal, baik dalam bentuk tidak kriminal akan di nyatakan gugur ketika terbukti memalsukan identitas/dokumenPendaftar harus bersedia untuk menandatangai Surat Pernyataan Calon Taruna/Taruni dengan materai 6000 RupiahPendaftar Program Studi STTD bersedia untuk mengikuti pendidikan di kampus yang sudah di tentukan oleh STTD dan dengan program mepunyai Surat elektronik atau Email yang Aktif Biaya Pendidikan Penerbang Sayap Tetap
Pangkal ekor lima helai : menyiratkan visi STPI dan pemikiran maju yaitu menghasilkan lulusan yang diakui di lima benua menyiratkan misi STPI yaitu didalam menunjang program pemerintah guna menciptakan kemantapan lima unsur pokok pembangunan yaitu di bidang politik, ekonomi, sosial, budaya dan pertahanan keamanan menyiratkan bahwa landasan idiil penyelenggaraan STPI adalah Pancasila menyiratkan pedoman pembinaan STPI yaitu menciptakan manusia yang memiliki jiwa korsa dan mencerminkan Lima Profil - Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia STPI adalah perguruan tinggi kedinasan Kementerian Perhubungan Republik Indonesia. STPI terletak Bandar Udara Budiarto, Curug, Tangerang, Banten. Awalnya STPI berada di Gempol, Kemayoran, Jakarta. Baru pada tahun 1954, STPI dipindah ke Tangerang STPI Curug memiliki luas sekitar lebih 545 Ha dan berada di 4 daerah yaitu Serdang Wetan, Rancagong, Kemuning, dan Palasari. Para taruna STPI digembleng untuk menjadi profesional di bidang penerbangan. Ada 2 jalur untuk menjadi taruna STPI yaitu Swadana atau Sipencatar.1 Baca Akademi Militer Sejarah Berawal dari Akademi Penerbangan Indonesia API yang didirikan tanggal 1 juni 1952 di Gempol, Kemayoran Jakarta. Seiring dengan perkembangan teknologi penerbangan, dan kebutuhan industri penerbangan, API beberapa kali mengalami perubahan baik nama maupun statusnya antara lain 2 Tahun 1954 API pindah ke Curug – Tangerang. Tahun 1969 API berubah nama menjadi Lembaga Pendidikan Perhubungan Udara LPPU di bawah Direktorat Jenderal Perhubungan Udara. Tahun 1978 LPPU berubah nama menjadi Pendidikan dan Pelatihan Penerbangan PLP di bawah Badan Pendidikan dan Pelatihan Perhubungan. Tahun 2000 Tepatnya tanggal 10 Maret 2000, berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 43 Tahun 2010 PLP berubah menjadi Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia yang disingkat menjadi STPI. Baca Akademi Angkatan Laut AALVisi & Misi Visi 2 Menghasilkan lulusan yang diakui secara nasional dan internasional untuk menuju pusat keunggulan Centre of Excellence yang berstandar internasional. Misi Menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan serta penelitian teknologi terapan di bidang penerbangan dalam rangka mencerdaskan bangsa dengan menciptakan sumber daya manusia penerbangan yang memiliki iman dan taqwa, berkualitas internasional, mampu, bersaing, mandiri dan Berikut ini lambang STPI Curug 2 Lambang STPI Curug Wikimedia Lambang Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia berbentuk Burung Rajawali yang membawa perisai yang menggantung di dadanya serta mencekram sehelai pita yang bertuliskan CEWAMA EKA TAYAI yang berarti mengabdi untuk persatuan, berwarna kuning emas yang sedang terbang mengarungi angkasa luas menggambarkan STPI Curug adalah lembaga yang dinamis dan senantiasa mengembangkan diri ke arah yang lebih sempurna. Warna yang digunakan adalah kuning emas yang menyiratkan ketajaman pikiran, keagungan cita-cita, keluhuran budi pekerti dan kecemerlangan pikiran di dalam menapak masa depan dalam rangka menyiapkan sumber daya manusia bidang penerbangan. Filosofi visual lambang terdiri dari tiga bagian dengan makna sebagai berikut 1. Burung Rajawali - Sayap kiri lima helai menyiratkan visi STPI dan pemikiran maju yaitu menghasilkan lulusan yang diakui di lima benua - Sayap kanan lima helai menyiratkan misi STPI yaitu didalam menunjang program pemerintah guna menciptakan kemantapan lima unsur pokok pembangunan yaitu di bidang politik, ekonomi, sosial, budaya dan pertahanan keamanan - Ekor lima helai menyiratkan bahwa landasan idiil penyelenggaraan STPI adalah Pancasila - Pangkal ekor lima helai menyiratkan visi STPI dan pemikiran maju yaitu menghasilkan lulusan yang diakui di lima benua menyiratkan misi STPI yaitu didalam menunjang program pemerintah guna menciptakan kemantapan lima unsur pokok pembangunan yaitu di bidang politik, ekonomi, sosial, budaya dan pertahanan keamanan menyiratkan bahwa landasan idiil penyelenggaraan STPI adalah Pancasila menyiratkan pedoman pembinaan STPI yaitu menciptakan manusia yang memiliki jiwa korsa dan mencerminkan Lima Citra Manusia Perhubungan 2. Perisai yang menggantung di leher burung rajawali, yaitu - Tulisan SEKOLAH TINGGI PENERBANGAN INDONESIA - Kuncup bunga melati di tengah-tengah yang terdiri dari tiga helai daun bunga dan tiga helai kelopak bunga yang menggamrkan bulan kelahiran STPI yaitu bulan tiga atau Maret dan meiliki makna antara lain Tiga helai daun bunga melati yang sedang mekar menyiratkan bahwa pada awal kelahirannya, STPI mendidik para remaja untuk menjadi penerbang, teknisi penerbangan dan operator/administrator penerbanganTiga helai kelopak bunga menyirakan bahwa tugas-tugas STPI meliputi tiga tugas utama yaitu Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu tuga pendidikan, tugas penelitian dan tuga pengabdian kepada masyarakat - Untaian mata rantai berjumlah sepuluh yang sambung menyambung manjadi satu berbentuk lingkaran yang melingkari kuncup bunga melati menggambarkan tanggal dikeluarkannya Keputusan Presiden berdirinya STPI yaitu tanggal 10 Maret dan memiliki makna bahwa semua kegiatan STPI adalah untuk kesatuan dan persatuan bangsa dan tanah air Indonesia - Dua helai untaian padi yang berisi 43 butir padi 21 di kiri dan 22 di kanan menggambarkan nomor Keputusan Presiden tentang pendirian STPI yang menyiratkan bahwa STPI mencetak sumber daya manusia guna memperkuat ekonomi bangsa demi kemakmuran seluruh rakyat Indonesia 3. Sehelai pita bertuliskan CEWAMA EKA TAYAI dari bahasa Sansekerta yang memiliki arti mengabdi untuk persatuanStruktur Organisasi Berikut ini struktur organisasi STPI Curug 2 Struktur organisasi STPI Curug Program Studi 1. Jurusan Penerbang 1 - Prodi Penerbang Sayap Tetap - Prodi Penerbang Sayap Putar 2. Jurusan Teknik Penerbang - Prodi Teknik Pesawat Udara TPU - Prodi Teknik Navigasi Udara TNU - Prodi Teknik Listrik Bandara TLB - Prodi Teknik Mekanikal Bandara TMB - Prodi Teknik Bangunan dan Landasan TBL 3. Jurusan Keselamatan Penerbangan - Prodi Pemandu Lalu Lintas Udara PLLU - Prodi Penerangan Aeronautika PA - Prodi Komunikasi Penerbangan KP - Prodi Pertolongan Kecelakaan Penerbangan & Pemadam Kebakaran PKPPK Baca Akademi Angkatan Udara Taruna STPI Curug Fasilitas Berikut ini fasilitas yang ada di STPI Curug 2 1. Transportasi 2. Asrama 3. Kesehatan 4. Olahraga - Lapangan sepak bola - Kolam Renang - Lapangan Basket - Lapangan Bola Voli - Lapangan Badminton TribunnewsWiki/cva
HUTRI ke-77 Tahun, Daop 3 Cirebon Gelar Promo Tiket Merdeka hingga Rp 17 Ribu
Media Magelang - Pada seleksi CPNS 2021, STPI Curug PPI milik Kemenhub buka formasi dengan informasi terkait jenjang karier lulusan sekolah kedinasan bisa dilihat di sini. Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia STPI Curug atau PPI adalah salah satu sekolah kedinasan milik Kemenhub yang membuka pendaftaran kedinasan tahun ini. Mendengar kata STPI Curug PPI milik Kemenhub, maka pikiran kita adalah sekolah untuk jadi pilot. Kenyataannya, lulusan STPI Curug PPI milik Kemenhub tidak hanya menjadi pilot. Baca Juga Apakah Mahasiswa Bisa Mendaftar Kartu Prakerja 2021? Simak Penjelasannya Disini! Baca Juga Syarat Daftar Bantuan UMKM Online 2021 di Bantuan Modal Usaha Setiap Tahun dari Pemerintah Baca Juga Cukup dengan Membawa Kartu Keluarga Sejahtera, Anda Bisa Cairkan 2 Bansos Ini Ada berbagai program studi terkait transportasi udara yang bisa dipilih di STPI Curug PPI tentunya dengan jenjang karier menjanjikan. Sebelum kita masuk ke program studi dan jenjang karier lulusan STPI Curug, berikut profil sekolah kedinasan milik Kemenhub tersebut sebagaimana Media Magelang kutip dari situs resmi STPI Curug.
Itulahinformasi mengenai Penerimaan Taruna/I Baru PPI Curug 2022/2023. Silahkan lengkapi persyaratan dan lakukan pendaftaran sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan. Semoga kalian dapat diterima menjadi Taruna Baru PPI Curug dengan prestasi yang membanggakan. Aamiin!!! Sumber: https://ppicurug.ac.id Liputan6com, Jakarta Hanggar di landasan pacu Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia atau STPI Curug, Kabupaten Tangerang, bakal dikembangkan menjadi Maintenance, Repair, dan Overhaul (MRO) serta kargo.. Hal tersebut terungkap dalam kunjungan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan sejumlah pejabat, beserta seorang pengusaha kargo PT Avia Kargo, melihat langsung hanggar dan beberapa bangunan Curug Halo Indonesia - Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia (STPI) Curug melaksanakan upacara prosesi wisuda terhadap 251 taruna/taruni dari 4 jurusan yang ada 251 LULUSAN STPI CURUG SIAP BERKIPRAH MENGHADAPI ERA INDUSTRY 4.0
Halini untuk mewujudkan 'Merdeka Belajar' bagi lulusan terjun di masyarakat. Hal tersebut diungkapkan Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi saat mengunjungi STPI Curug, Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang, Banten, Minggu (31/7/2022). "Dalam pengembangan SDM (Sumber Daya Manusia, Red), sekarang adik-adik (Taruna/i, Red) belajar dan
Sejaksaat itu STPI berhak menyelenggarakan program pendidikan setingkat Sarjana yaitu sampai Diploma IV, dan lulusan Diploma IV berhak menyandang gelar Sarjana Sains Terapan (S.SiT).
Programstudi pertama di STPN yaitu D-IV Pertanahan. Taruna yang belajar di program ini akan menempuh pendidikan selama 8 semester atau 4 tahun. Supaya bisa dinyatakan lulus dan mendapat gelar Sarjana Terapan, Taruna memiliki beban studi sebanyak 149 SKS. LowonganSTPI Curug Posisi: PENERIMAAN CALON TARUNA DARI PONDOK PESANTREN. Formasi: PROGRAM STUDI DIV TEKNIK PESAWAT UDARA. Pendidikan min. SMA/MA (IPA) Atau SMK dari jurusan : Teknik Mesin; Teknik Ketenagalistrikan; Teknik Otomotif; Teknik Elektronika; Teknik Komputer & Informatika; Penerbangan; PROGRAM STUDI NON DIPLOMA PENERBANG. Pendidikan min. SMA / MA (IPA)
Mereka yang akan ditempatkan di kantor Airnav seluruh Indonesia sesuai formasi dan kebutuhan di lapangan," kata Ketua STPI Curug Ir. Yudhi Sari Sitompul, MM saat dihubungi Curug Tangerang, Kamis (8/10/2015).Proses seleksi calon pegawai baru Perum Airnav tersebut dikuti para lulusan STPI tahun 2015.
Jawaban Untuk program pola pembibitan mendapat PPL,CPL,IR,ME,FIC,GIC, dan ATPL Ground. (jika tidak ada perubahan). Sekaligus mendapat gelar Sarjana sains ilmu terapan karena D4 Dan untuk program mandiri atau non diploma yang didapat PPL,CPL,IR, dan ME. EJAmXn9.